Cara Memperoleh Ilmu yang Bermanfaat
Cara Memperoleh Ilmu yang Bermanfaat Versi Salaf.
Sumber formasirua.or.id
Silahkan tinggalkan komentar anda
Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang masuk (dan menetap) ke dalam relung hati (manusia), yang kemudian melahirkan rasa tenang, takut, tunduk, merendahkan danmengakui kelemahan diri di hadapan Allah. Bagaimana cara untuk mendapatkan Ilmu yang bermanfaat ? Berikut disampaikan 7 cara mendapatkan ilmu yang manfaat:
1. Memuliakan Ilmu
Penting diketahui, Seorang pelajar tidak akan memperoleh kesuksesan ilmu dan tidak pula ilmunya dapat bermanfaat, selain jika mau mengagungkan ilmu itu sendiri, ahli ilmu, dan menghormati keagungan gurunya. Ada dikatakan : “Dapatnya orang mencapai sesuatu hanya karena mengagungkan sesuatu itu, dan gagalnya pula karena tidak mau mengagungkannya”. Tidaklah anda telah tahu, manusia tidak menjadi kafir karena maksiatnya, tapi jadi kafir lantaran tidak mengagungkan Allah.
2. Menghormati Guru
Sayyidina Ali ra. berkata: “Sayalah menjadi hamba sahaya orang yang telah mengajariku satu huruf”. Terserah padanya, saya mau dijual, dimerdekakan ataupun tetap menjadi hambanya. Dan dalam masalah ini Sayidina Ali melantunkan syi’ir sebagai berikut :
- Keyakinanku tentang haq guru # hak paling hak adalah itu
- Paling wajib dipelihara # oleh muslim seluruhnya
- Demi memuliakan # hadiah berhak dihaturkan
- Seharga dirham seribu # tuk mengajar huruf yang satu.
Termasuk arti menghormati guru, yaitu jangan berjalan di depannya, duduk di tempatnya, memulai mengajak bicara kecuali atas perkenan darinya, berbicara macam-macam darinya, dan menanyakan hal- hal yang membosankannya, cukuplah dengan sabar menanti di dalam kelas sehingga Beliau sendiri yang masuk ke dalam kelas, dan banyak para pelajar yang sudah tidak mengerti tata cara untuk menghomati sang Guru, berprilaku kepada guru seakan beliau adalah temannya sendiri. Pada pokoknya, adalah melakukan hal-hal yang membuatnya rela, menjauhkan amarahnya dan menjungjung tinggi perintahnya yang tidak bertentangan dengan agama, sebab orang tidak boleh taat kepada makhluk dalam melakukan perbuatan durhaka kepada Allah Yang Maha Pencipta. Termasuk arti menghormati guru pula, yaitu menghormati putera dan semua orang yang bersangkut paut dengannya. Suatu hari Guru kita Syaikhul Islam Burhanuddin Shahibul Hidayah Berdiri ketika melihat anak gurunya demi memuliakan sang guru.
3. Memuliakan Kitab/Buku
Memulyakan kitab, sebaiknya pelajar jika mengambil kitabnya itu selalu dalam keadaan suci. Hikayat, bahwa Syaikhul Islam Syamsul Aimmah Al-Khulwaniy pernah berkata : “Hanya saya dapati ilmu-ilmuku ini adalah dengan mengagungkan. Sungguh, saya mengambil kertas belajarku selalu dalam keadaan suci”. Termasuk memuliakan yang harus dilakukan, hendaknya jangan membentangkan kaki kearah kitab/buku.
Kitab tafsir letaknya di atas kitab-kitab lain, dan jangan sampai menaruh sesuatu di atas kitab. Sesungguhnya menulis itu adalah talinya Ilmu dan talinya ilmu itu terdapat di dalam kitab/buku.
4. Memuliakan Teman
Memuliakan teman termasuk agar mendapat ilmu yang bermanfaat, berprilakulah dengan baik, sopan santun terhadap mereka, karna sesungguhnya akhlak mulia terhadap teman itu jauh dari perbuatan tercela yang akan membuat ilmu yang diperoleh tidak bermanfaat.
5. Sikap Selalu Hormat dan Khidmat.
Hendaknya seorang pelajar memperhatikan segala ilmu dan hikmah atas dasar selalu mengagungkan dan menghormati, sekalipun masalah yang itu-itu saja telah ia dengar seribu kali. “Barang siapa yang telah mengagungkannya setelah lebih dari 1000 kali tidak sebagaimana pada pertama kalinya, ia tidak termasuk ahli ilmu.”
6. Jangan Memilih Ilmu Sendiri.
Hendaklah sang murid jangan menentukan pilihan sendiri terhadap ilmu yang akan dipelajari. Hal itu dipersilahkan sang guru untuk menentukannya, karena dialah yang telah berkali-kali melakukan percobaan serta dia pula yang mengetahui ilmu yang sebaiknya diajarkan kepada seseorang dan sesuai dengan tabiatnya.
Syaikhul Imam Agung Ustadz Burhanul Haq Waddin ra. Berkata: “Para siswa dimasa dahulu dengan suka rela menyerahkan sepenuhnya urusan-urusan belajar kepada gurunya, ternyata mereka peroleh sukses apa yang diidamkan”; tetapi sekarang pada menentukan pilihan sendiri, akhirnyapun gagal cita-citanya dan tidak bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
7. Menjauhi Akhlak Yang Tercela.
Pelajar selalu menjaga dirinya dari akhlak-akhlak yang tercela. Karena akhlak buruk itu ibarat anjing. RasulullahSAW. bersabda: “Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar atau anjing”. Padahal orang belajar itu dengan perantara malaikat. Dan terutama yang dijauhi adalah sikap takabur dan sombong. Fan ilmu itu musuh bagi penyombong diri.
Silahkan tinggalkan komentar anda






Komentar
Posting Komentar